SALAH JALAN part 2
Dari hal kecil yang mungkin kita anggap sepeleh, bisa saja menjadi pertimbangan orang menilai diri kita.
Sekilas aku menyadari, keputusan meninggalkan rumah hanyalah luapan emosi sesaat. Kini diriku menyesali setelah terlanjur berada ditempat ini. Dikota, pusat keramaian malah membuatku serasa gersang. Aku memandang disekeliling, menatap kosong arah jalan kendaraan yang berlalu lalang. Melihat gedung-gedung berjejer, patung pahlawan berdiri tegak ditengah persimpangan. Seolah patung tersebut mengiris pesan, inilah perjuangan. Perjuangan menghadapi dan menaklutkan dunia dalam hidup. Engkau akan dikenang serta dihargai apabila mampu menyelusuri, memberikan ketakjukan warna tersendiri. Para pahlawan mungkin tak menyadari dari hal kecil yang mereka lakukan membela negara merupakan bagian besar dikehidupan masa kini. Apa aku bisa seperti mereka? atau hanya sebagai batas kekaguman saja.
Aku kembali berusaha mempertegas langkahku, arah mana yang seharusnya aku tempuh. Masih menoleh disekeliling kota, memeras habis akalku untuk mencari sesuap nasi. Seharian aku berjalan kaki dengan mengarah pasrah kebarat menghadap matahari, yang secara perlahan sinarnya bersembunyi tenggelam. Petangpun usai, malam kelabu menyambut. Tak ada lagi panduan mengarah matahari. Sedang perut terus menggonggong meminta jatah makannya. Gedung yang kumuh penuh coretan diary anak jalanan itu membuatku tertarik untuk lebih dekat. Mungkin sebagai tempat yang terbaik bermalam saat ini, walaupun tikus-tikus got menyambutku dengan hangat, aku tak merasa risih, meski sesekali aku memuntahkan angin sebab tidak ada makanan yang bisa kumuntahkan dalam isi perutku. Aku duduk sejenak, tertunduk meratapi. Tubuh yang lemas seakan memaksa menghentikanku mencari jati diri.
Aku mencoba merebahkan tubuh, yang beralaskan kardus. Menatap jauh kelangit. Para hias langit seperti tersenyum dengan perjuanganku saat ini, atau malah menertawakan kesalahanku meninggalkan rumah. Aku tidak tahu, yang jelasnya lembaran baru ini telah terbuka. Jalan yang aku pilih adalah langkah yang harus kupertanggung jawabkan. Dan langkah yang pada awalnya aku anggap sepeleh ini, melibatkan diriku harus berjuang mati-matian. Agar orang-orang yang mempertimbangkan tentang penilaian diriku menyadari bahwa aku tak salah jalan. Bersambung..!!