siapa saya..?
SIAPA SAYA..?
Assalamu alaikum wr.wb.
Hmmm...sesuai dengan judulnya "Siapa saya..?" maka dari itu terlebih dahulu saya akan memperkenalkan diri. Tulisan ini yang menjadi perdana postingan diBlog yang saya buat beberapa jam yang lalu. Langsung saja, saya berasal dari pelosok desa pinggiran laut. "Cieehh..nak pinggiran nih, hitam dong.!" siapa bilang.? saya putih kok, giginya. Sangking terpencilnya kampung saya, banyak orang yang tidak mengenalinya, padahal tanah kelahiran saya itu bisa dijadikan tempat parawisata, soalnya alam yang indah dekat dengan pantai. Tapi sayang, sampai sekarang hanya orang-orang Bali saja yang berkunjung menaburkan abu dipinggir pantai "emang laut pemakaman apa..?" selesai menabur mereka makan makanan berupa sesajian. Curang, tidak bagi-bagi..!! satu hal yang paling ditunggu dalam ritual ini, pada saat melempar uang koin kelaut. Selepas mereka pergi, kurcaci-kurcaci hitam dengan senyum manis melekat dipipi serta gigi yang silaunya bukan main, saling berlari berebutan uang koin yang dilempar tersebut. Alhasil, koinnya dapat tapi berkarat, goceng lagi, orang Bali itu seakan-akan tidak mengerti perjuangan mengambil uang koin sampai dipedalaman empat dua setengah meter dari dasar laut. Apa susahnya sih sekali-kali lempar koin emas, maunya sih. Tapi kalian tahu kurcaci yang saya maksud, ialah makhluk pribumi dikampung, anak-anak hitam dekil, salah satunya yang nulis artikel ini. Hehehe...itu dulu waktu saya masih kecil, sekarang sudah besar jadi...jadi mandornya ngejar uang koin. Hahaha...bercanda
Oh yah..saya belum memperkenalkan nama, kenalkan nama saya Yusuf priandi, biasa disingkat YP atau di panggil YUPE. Dulu malahan ada yang memanggil saya "Yuuupesek." sambil ia terpeleset, jadinya sekarang orang-orang memanggil saya pesek, padahal saya kan...emang pesek. Itu tidak benar kok, sebenarnya hidung saya mancung...dilihat dari samping. Kalau dilihat dari atas secara saksama, lebih mirip Gusdur lagi ngupil. Bicara soal ngupil, ini merupakan kebiasaan buruk saya, disaat lagi bengong ditoilet bahkan disaat jalan sendiri, lirik kekanan kiri, "Aman." tengok keatas siapa tahu saja malaikat juga ngintip, ternyata semut yang berbaris didinding menatap dengan curiga, "malu aku malu." jadi ingat Chirisye lagi ngupil, sambil nyanyi lagi.! "hiiiii....jiji tau." biasanya kalau keadaan sudah aman dan terkendali, mulailah jari kelingking berdiri tegak, sedang jari yang lainnya saya lipat. Secara perlahan, jari mungil saya ini mendarat ke Gua gelap dan lebat, mencari sasaran lahar yang membeku. Duuuuhh...asyiknya, bagaikan Kura-kura terbang bebas diudara.
Saya ini adalah anak perantau dari desa ke desa, "Jualan obat." bukan, maksud saya dari desa ke kota, "jualan nasib." iya betul. Rencananya saya kekota mencari pekerjaan yang lebih layak sesuai dengan Akta kelahiran, Kartu keluarga dan sekolah terakhir S3, sayang dong kalau nganggur dilemari berdebu. Saya mencoba masukkan lamaran disebuah perusahaan besar, dan tidak diraguhkan lagi, dengan mantap saya diterimah diperusahaan tersebut, sebagai jasa tukang parkir. "kok tukang parkir, bukannya S3..?" ia, S3 (Sekolah dasar kelas 3). Sekian dan terimah kasih.
No comments:
Post a Comment